Hati-Hati Jebakan Rentenir Pinjaman Online

Di era internet sebagaimana saat ini mengakses pinjaman juga bukan merupakan hal yang sulit. Hal ini memang menguntungkan bagi yang tengah membutuhkan dana segar dalam waktu cepat, tapi di sisi lain kemudahan ini akan menyeret seseorang mempunyai pinjaman yang besar bila kurang waspada dalam mendapatkan sumber pinjaman yang baik. Masyarakat pengguna internet harus berhati-hati pada keberadaan rentenir online, atau tawaran pinjaman secara online dengan bunga yang mencekik leher.

 

Sumber pinjaman bandar togel online dapat dikatakan mempraktekkan system rentenir bila pinjaman tersebut disertai beban bunga yang tidak wajar. Pinjaman tanpa agunan yang disediakan oleh lembaga keuangan resmi saat ini membebankan bunga pada nasabah sebesar 1% hingga 3% per bulan. Sementara para rentenir mengharuskan peminjam membayar hingga 30% per bulan. Ini sangat di luar batas kewajaran. Bahkan ada pula rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga dipatok per jam.

 

Ciri-ciri rentenir online yang perlu diketahui

Sekali terjebak pada rentenir seseorang akan sulit melepaskan diri karena hitungan bunga juga akan berbunga. Dalam kondisi terjerat hutang seperti ini seseorang bisa terlibat dalam masalah lain yang lebih rumit misalnya kriminalitas, konflik dengan pasangan, dan sebagainya. Untuk membantu Anda lebih berhati-hati dari jebakan rentenir online di internet, berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda cermati bila berniat mendapatkan pinjaman secara online.

  • Bunga pinjaman sangat tinggi adalah karakter utama rentenir online atau disebut shark loan. Tingkat bunga tersebut dipatok cukup beragam, sesuai keinginan pemberi pinjaman karena tak dibatasi oleh OJK atau regulator. Selain menetapkan bunga dalam durasi bulan, perhitungan bunga bahkan ada yang berdurasi tiap 12 jam, misalnya 1% tiap 12 jam.

 

  • Syarat pinjaman sangat mudah, bahkan cukup hanya fotokopi identitas, tanpa perlu BI Checking serta syarat kartu kredit. Ini berbeda dari proses pinjaman dari lembaga keuangan resmi yang umumnya menetapkan syarat ketat dimulai dari syarat jaminan, histori kredit atau BI Checking, serta kejelasan identitas.

 

  • Berkaitan dengan bunga peraturan dibuat sekehendak pemberi dana, misalnya saat nasabah gagal bayar selama 2 bulan maka pemberi pinjaman bisa memaksa peminjam membayar bunga sampai 3 kali lipat. Dengan demikian pinjaman bukannya menyusut melainkan akan semakin membengkak bahkan nilai bunga bisa menjadi lebih besar dibandingkan hutang pokok.

 

  • Bila terjadi kredit macet, pemberi pinjaman bisa saja menawarkan hutang baru untuk menutup hutang lama. Akhirnya peminjam harus terjebak pada system gali lubang tutup lubang tanpa jalan keluar. Yang bersangkutan pun akan semakin kesulitan keluar dari jebakan hutang ini.

 

  • Saat pembayaran hutang mulai tersendat pemberi pinjaman akan melakukan berbagai cara untuk menagih peminjam. Rentenir online umumnya menggunakan jasa penagih hutang atau debt collector yang tak segan menggunakan kekerasan baik secara fisik atau verbal (berkata kasar) kepada peminjam demi menarik dana. Sesungguhnya bank pun menggunakan jasa debt collector untuk mengatasi kasus-kasus kredit yang terhambat. Tetapi karena telah dibatasi oleh regulator atau pengawasan dari Bank Indonesia aturan penagihan pun tetap dilakukan dengan penuh etika, tanpa kekerasan secara fisik.

 

  • Walaupun sudah banyak diketahui bahwa rentenir online menetapkan bunga yang sangat tinggi sebagai syarat pinjaman tapi ironisnya masih banyak orang yang terjebak pada praktek tersebut. Ini karena iming-iming dana yang cepat cair sehingga mereka yang dapat kondisi terdesak akan menjadi sasaran empuk.