Tampil di Final Liga Champions, Salah Pilih Tak Puasa

Pertandingan final Liga Champions 2018 yang akan berlangsung di Kiev hari Minggu (27/5) dini hari WIB ini akan jadi sangat spesial bagi Mohamed Salah. Selain jadi final Champions pertama sepanjang kariernya, pemuda berusia 25 tahun itu akan bertanding di bulan suci Ramadan. Hanya saja sebagai umat Muslim, Salah disebut tidak menjalani puasa dalam laga final Liverpool melawan Real Madrid itu.

 

Kabar ini diungkapkan oleh Ruben Pons selaku fisioterapis Liverpool. Karena memang dalam beberapa hari terakhir, Salah disebut akan tetap menjalani puasa Ramadan dalam laga final, apalagi Hector Cuper selaku pelatih timnas Mesir sempat membicarakannya. Kepada Cadena Ser, Pons menjelaskan bahwa ahli gizi sudah membuat rencana asupan makanan untuk para pemain Liverpool dan Salah memilih tidak puasa.

 

Sebagai pemain, sosok Salah memang jadi kunci ketajaman Liverpool karena performa luar biasanya yakni mencetak 44 gol di seluruh level kompetisi. Berasal dari Mesir dan beragama Islam, Salah bahkan menjadi magnet yang cukup kuat bagi perkembangan Islam di peta persepakbolaan dunia. Namun sejak Ramadan dimulai, Salah memang belum pernah bermain karena jadwal Premier League sudah berakhir saat Liverpool menang 4-0 atas Brighton & Hove Albion pada 13 Mei silam, dua hari sebelum Ramadan dimulai.

 

Salah Masih Belum Selevel Messi-Ronaldo?

Penampilannya yang luar biasa dalam musim debutnya dengan Liverpool memang membuat Salah disanjung banyak pihak. Luis Ronaldo selaku mantan striker Real Madrid samai menilai jika Salah begitu mirip dengan bintang Barcelona, Lionel Messi. Membukukan 44 gol dalam 51 pertandingan, Salah dirasa memiliki kecepatan, penetrasi dan kualitas olah bola yang di atas rata-rata. Meskipun menyukai Salah, Luis tetap menjagokan Madrid untuk bisa mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2 di Kiev.

 

Berbeda dengan Luis, Sergio Ramos yang adalah rekan satu tim Cristiano Ronaldo di Madrid justru menilai Salah belum bisa disamakan dengan Ronaldo atau bahkan Messi. Kendati begitu, Ramos mengakui jika Salah adalah sosok yang hebat

 

Sementara itu, pelatih Liverpool yakni Juergen Klopp justru tak mau ambil pusing. Kepada BBC, Klopp angkat bicara, “Perbandingan itu tak penting, tak ada manajer yang tertarik pada hal itu. Messi dan Ronaldo layak mendapat semua pujian karena mereka secara stabil di level itu. Apakah Mo bisa mencapai itu, dia punya potensi yang luar biasa. Beberapa tahun ke depan akan menunjukkan apakah dia bisa melakukan hal yang sama.”

 

Bisa Raih Ballon d’Or? Salah Ogah Terbebani

Menurut Thomas Mueller selaku pemain Bayern Munich dan timnas Jerman, jika Liverpool bisa menang di final Liga Champions 2018, Salah bakal jadi kandidat kuat peraih Ballon d’Or. Karena dalam satu dekade terakhir, hanya Messi dan Ronaldo yang saling bersaing meraih gelar sebagai pesepakbola terbaik di Bumi itu di mana masing-masing dari mereka meraih lima kali.

 

Dengan berbagai pujian dan harapan banyak orang akan penampilan luar biasanya di final Liga Champions 2018, Salah justru memilih tak mau terbebani. “Saya tak punya pengalaman main di final Liga Champions. Yang ada di pikiran saya adalah tak mau membebani diri sendiri supaya saya bisa memberikan penampilan maksimal seperti biasa. Itu adalah satu-satunya cara untuk menang karena kalau meletakkan beban besar, tak akan bisa bermain lepas,” seperti dilansir BT Sport.

Leave a Reply